Masjid Al-Irsyad, Desain Masjid tanpa Kubah di Jawa barat
Gedung yang dibuka pada 2010 ini tak hanya menarik perhatian warga sekitar, namun juga dunia maya. Masjid yang terletak di Podalarang ini menduduki peringkat lima besar oleh Asosiasi Konstruksi Bingkai Nasional dalam "Pembangunan Tahun 2010". Acara besar yang dihadiri oleh arsitek dari seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al-Irsiad dalam kategori arsitektur religi.
Menurut ArchDaily, situs publikasi arsitektur paling populer, Padalarang, Masjid Al-Irsiyad Kata Baru Parahyangan di Jawa Barat, Indonesia, relatif populer di antara tempat ibadah lain dan di belakang Florida Tampa Covenant Church di Florida. Masjid biasanya memiliki kubah atau menara, tetapi Masjid Al-Irshad tidak. Masjid hasil karya Ridwan Kamil, seorang arsitek ternama Indonesia, tampak seperti Ka'bah berbentuk kubus berwarna abu-abu. Desainnya sederhana, tidak banyak perhiasan, tetapi tetap memiliki keindahannya. Dinding masjid terbuat dari batu bata untuk mengisi kekosongan yang berbunyi seperti dua pengorbanan iman. Selain fungsi artistiknya, bukaan ini juga berfungsi sebagai bukaan ventilasi. Mendekati malam, ketika masjid disinari, cahaya masuk ke perut, terlihat dari luar, yang tampak seperti masjid memancarkan cahaya sebagai ungkapan iman. Sangat mengesankan.
Kecantikan tidak hanya terlihat di luar masjid, tetapi terlihat. Di dalam masjid terdapat 99 buah lampu bulat yang diukir dengan tulisan Usmaul Husna, dan ketika dinyalakan akan membentuk siluet nama-nama suci Allah SWT. Dia terlihat sangat besar. Masjid Al-Irsiad rupanya juga ingin mendekatkan kita dengan alam. Lantai kursi digunakan untuk kolam renang dalam ruangan. Air kolam yang menggelegak menciptakan suasana teduh yang bisa menambah ketenangan beribadah. Dinding di belakang mimbar juga dibiarkan terbuka bagi para penyembah untuk menikmati pemandangan Padalarang yang menyegarkan. Masjid yang terletak di lahan seluas 1.100 meter persegi dan memiliki 1.500 jamaah ini menjadi tujuan wisata tidak hanya bagi warga Bandung dan Jakarta tetapi juga bagi warga asing.
Lanjutkan, Arsitek Indonesia :)
Sumber: www.architeria.com - www.azlidesign.com - whiteboardjourna.com
Komentar
Posting Komentar